PROFIL PEMAIN JILID BARU

THE BALL KILLER
PART II

Melanjutkan profil pemain Rafli, The Ball Killer, jurnalis Inside Futsal yang turut terlibat dalam latihan rutin hari Senin, tanggal 26 Agustus lalu, merekam suatu kejadian menarik.

Pasca latihan pertandingan, para pemain sambil istirahat, ngaso dan ganti pakaian, mengomentari jalannya latihan dengan gelak tawa dan penuh canda. Sesaat sebelum meninggalkan lapangan, sesuai prosedur standar, dilakukan pengecekan peralatan futsal agar tidak ada yang tertinggal. Seluruh peralatan lengkap, kecuali satu, bola futsal putih yang digunakan saat latihan. Kemanakah dirimu berada wahai bola putih? Mungkin itulah sebersit pertanyaan yang ada di pikiran para pemain.

Penampakan Bola Putih

UPDATE REKAMAN PERTANDINGAN


(by Ferry Setiawan)

PROFIL PEMAIN JILID BARU

RAFLI 
"THE BALL KILLER"


Melihat foto di atas, rekan-rekan Insider mungkin teringat dengan striker timnas Indonesia di tahun 1990-an, Kurniawan Dwi Yulianto. Dengan perawakan yang sama dengan "si Kurus", Rafli Dwayne merupakan pemain muda potensial bagi Direktorat PNBP. Gocekan di daerah sayap lapangan dan crossing ke muka gawang merupakan kelebihannya. Namun, akurasi tendangan masih perlu banyak diperbaiki, melihat jumlah gol yang cukup minim dari Rafli.

BERITA FUTSAL

Roolis Yunianto terpaksa absen pada latihan nanti sore (24/6), disebabkan kondisi fisik yang belum pulih.
Diananto K, mengalami kelebihan berat badan dikarenakan terlalu banyak konser/narsum dan DL.
Rafli (The Ball Killer), masih berusaha menghilangkan rasa bersalahnya.
Bima Panji, masih belum siap tampil ke lapangan. Ijin dari pasangan masih menjadi alasan.
Arief Masdi, usia tidak menjadi halangan untuk mencetak gol.
Puji Wibowo, absen pada latihan, namun kontribusi terkait pendanaan akan tetap diberikan.
Pandu belum menerima julukan sebagai pemain bergaya boyband.
Yayat belum bisa memberikan konfirmasi kedatangan, masih menunggu disposisi dari atasan.


Datang dan Ikuti 17 VS 16 di lapangan Topografi pukul 16.30 WIB
(RY)

PNBP DARI MASA KE MASA



Alunan musik cadas terdengar dari ruang TU yang diselimuti asap tembakau. Beberapa lelaki pertampang gahar dan berkumis tebal tak henti-hentinya menikmati nikotin sambil memainkan solitaire. Seorang pegawai baru duduk diam dibibir meja, mendengarkan nasehat dari beberapa pegawai senior. “Kamu mainnya  udah bagus, tapi jangan kayak pemain salon” ujar salah satu pegawai senior. “Setuju, beri aja dulu biar kapok. Kamu hajar gelandangnya, striker biar aku yang beri”, sahut Ka Tu PNBP. “Mas, tapi jangan sampai kena kartu ya, sayang kalau nggak boleh  main. Hajar aja pas wasitnya agak jauh”, kata salah satu pegawai yang setia menjadi pendukung. “Ntar kalau ribut, kita yang maju”, lanjutnya.

Si pegawai baru, terlihat  diam membisu, entah apa yang ada dipikirannya.