Ketergantungan kesebelasan Profesional di Indonesia pada APBD sungguh sangat memalukan. Tim Biru, sebagai salah satu Tim Futsal di Dit. PNBP membuat terobosan agar tidak tergantung pendanaan dari pihak lain, antara lain dengan memanfaatkan aset pemain yang dipunyai untuk mengeruk dana. Salah satunya dengan menjual image "SISWANTO" sehingga bisa menjadi Brand bagi salah satu makanan khas salah satu daerah di Jawa Tengah.
(Keterangan Gambar : Wingko Babat "SISWANTO", produk yang mudah ditemui di Semarang.
Satu bulan sudah Tim Futsal PNBP tidak melakukan aktivitas. Sudah puaskan Tim Orange dengan skor 3-3, sehingga EO yang dijabat Kapten Tim Orange (Sdr. Dono) tidak mengagendakan pertandingan kembali?
Aksinya di lapangan sungguh luar biasa dan kerap "sulit diduga" yang membuat bingung pemain lawan, kawan bahkan penonton. Namun, ada kelemahan yang sangat menonjol dari pemain ini. Stamina yang kurang mendukung untuk bermain sepanjang pertandingan kadang menghalangi permainannya yang " sulit diduga".
Rolies lahir di Jakarta, namun di besarkan di South Mountain (Alpen-nya Jogja). Kawasan ini cukup terkenal karena menjadi salah satu tujuan Bantuan Langsung Tunai.
Berbeda dengan warga South Mountain lainnya, Rolies lebih membuka diri pada dunia luar. Disaat teman sebayanya masih bermain di jalanan yang berdebu, Rolies telah mengembangkan karier fulsalnya di Jakarta.
Salah satu hal yang perlu diteladani dari pemain ini adalah jiwa sosial dan tanggung jawabnya. Terbukti pada pertandingan ke-6 Tim Futsal PNBP, pemain ini menyumbang 40% sewa lapangan meskipun berhalangan untuk bermain.
Data diri : Lahir : Jakarta Tinggi / Berat : 162,5 cm / 50 Kg Kebangsaan : Indonesia Status : Single
TANPA PEMAIN PENGGANTI, BLUE-ERS DITUNDUKKAN ORANGE-ERS
Jakarta – Bermain sepakbola, khususnya futsal, tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan ‘mumpuni’di atas lawan saja, namun juga diperlukan tenaga dan fisik yang bagus juga. Hal ini yang dialami oleh Tim futsal DPNBP Blue “Berry”, dimana pada pertandingan hari Selasa tanggal 9 Juni 2009 ditundukkan oleh Tim futsal DPNBP Orange “Juice”, dengan skor 8-14.
Pada pertandingan yang diadakan di Lapangan Futsal Galaksi, Ancol, sebenarnya pada awal-awal pertandingan Blue-ers sepertinya akan menang mudah atas Orange-ers, karena langsung memimpin 2-0. Namun setelah unggul 2-0, Blue “Berry” sepertinya kesulitan menembus gawang anak-anak Orange-ers yang pada pertandingan tersebut dikawal secara bergantian oleh Dono, Yudi dan Imam. Blue-ers seperti menghadapi tembok “china” yang kokoh. Selain itu, beberapa kali bola yang dikirimkan oleh Arie cs, mencium tiang gawang. Orange-ers yang pada pertandingan tersebut, memiliki 1 orang pemain cadangan (pada hari itu, kick off pertandingan 5 lawan 5), lambat laun berhasil mengejar ketinggalan dan memimpin cukup jauh atas seterunya tersebut. Sementara Blue-ers, tanpa pemain pengganti menjadi sangat kesulitan mengejar ketinggalan karena tenaga sudah sangat terkuras.
Pada pertandingan tersebut, Kurniawan alias Iwan, memulai debutnya sebagai pemain Orange-ers, setelah isu kepindahannya cukup mewarnai blog-nya inside futsal (cuman kalah 1/2% dari pemberitaan Manohara vs suaminya Pangeran Kesultanan Pejantan eh Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry-red). Namun pada pertandingan tersebut, Iwan tidak berhasil menyumbang gol bagi klub barunya. Sebaliknya, setelah main sebagai Blue-ers (karena salah satu pemain Blue-ers, tidak dapat meneruskan pertandingan, agar tetap 5 vs 5), Iwan ternyata berhasil membobol gawang Orange-ers.
Dengan kemenangan tersebut, Orange-ers menipiskan head to head-nya dengan Blue-ers menjadi 2-3.
Berikut nama para pemain kedua tim yang bertanding :
Anggota Tim Futsal Blue “Berry” :
Ari (c), Sudaryanto, Uppu, Hasan dan Ferry.
Anggota Tim Futsal Orange “Juice” :
Enril, Yudi, Yayat, Dono, Imam dan Kurniawan (pemain baru, sebelumnya anggota Blue-ers ).
W : "Apa visi, misi dan program kerja yang Pak Dono akan ajukan"
D : "Yang jelas saya ingin Tim Futsal PNBP dapat berlatih secara rutin dan rutin pula melakukan pertandingan persahabatan dengan Tim lain"
W : "Bagaimana dengan dana yang selama ini menjadi kendala"
D : "Ini memang kendala yang klasik yang harus kita atasi bersama"
W : "Ada usulan solusi konkritnya?".
D : "Ehm...saya ada ide untuk melakukan iuran rutin tiap bulan dan melakukan pendekatan kepada beberapa pejabat yang menyukai olah raga."
W : "Bisa lebih rinci pak?"
D : "Begini. Selama ini kita menarik iuran hanya kepada pemain yang bisa ikut bermain, tentu saja hal ini akan mengakibatkan defisit apabila jumlah pemain yang datang sedikit. Disini saya mengusulkan tiap bulan kita melakukan iuran rutin yang besaranya bervariasi. Misal pejabat minimalRp.100.000,00 / bulan, Golongan 3 minimal Rp.80.000,00 / bulan dan Golongan 2 minimalRp.60.000,00. Dari kalkulasi saya tiap bulan akan terkumpul lebih kurang Rp.1.000.000,00 yang bisa kita gunakan untuk operasional Tim Futsal".
W : "Apa ide ini sudah disosialisasikan?"
D : "Belum-belum...., tunggu nanti apabila sudah ada serah terima jabatan. Aduh maaf sudah 5 menit, saya harus siapkan beberapa data untuk ............... (Edited)."
W : "Terima kasih atas waktunya."
D :"Iya...iya .... sama-sama. Oh ya, apabila sudah ada serah terima jabatan saya juga siap melaksanakan serah terima utang. Sampaikan salam saya pada EO lama".
W : "Iya pak, akan saya sampaikan."
Catatan : Usulan imajinatif yang menarik dari calon EO pemilik suara terbanyak (untuk mengadakan iuran rutin). Bagaimana pendapat Anda?. Silahkan menyampaikan pendapat di kolom Komentar.