ARI "OENTOENG" SUBARDIANTA
(Talenta Usia Emas)
Tak salah team biru mengangkatnya sebagai "ill capitano" Blue-Berry. Dengan skill yang jelas tidak pas-pasan, serta pernah digojlok di kawah Candradimuka Sleman, pendukung fanatis dari The Red Devils ini menjadi pemain yang cukup disegani oleh lawan maupun kawan.
Tendangan geledek no 3 (setelah Upuku dan Yayat tentunya) merupakan jurus andalannya. Jika tidak ada lawan yang menghadang antara dirinya, bola, dan gawang, bola langsung disambarya dengan kaki kanannya yang mengenakan sepatu "Black-Lotto", walaupun golnya masih Insya Allah juga tentunya.
"Dengan dibaginya team Futsal PNBP menjadi dua team (Blue dan Orange), saya kehilangan duet sejati saya di daerah depan. Selamat tinggal duet maut. I miss you so much", begitu komentar Ari Oentoeng pada saat pembagian tim Futsal Dit. PNBP.
Di luar lapangan, ayah dua anak laki-laki kembar ini, juga aktif sebagai bendahara dan juga panitia penyelenggara futsal. Selain lihai di lapangan, dia juga lihai dalam menyelenggarakan kegiatan futsal. Lihat saja kondisi keuangan Tim Futsal PNBP saat ini yang tidak defisit lagi, merupakan hasil jerih payahnya.
Sobat karib dari Mas Ari, tidak salah lagi dan tidak bukan, adalah Bung Jose Sukrasno. Walaupun terlihat selalu bersaing dan bersitegang dengan jual beli komentar, keduanya sangat akur dan damai apabila tidak ada orang lain yang melihatnya. "Bung Jose merupakan rival saya di dunia sepakbola, terutama di Fifa 2009, tapi merupakan sahabat saya di luar masalah tersebut", komentar Ari Oentoeng atas sobat karibnya itu.
Di penghujung usia emasnya, Mas Ari tetap bersemangat untuk menyelenggarakan dan memperjuangkan eksistensi dari Tim Futsal Dit. PNBP. Talentanya yang di atas "standar", dedikasi yang tinggi, dan sikap loyalnya menunjukkan bahwa Ari Oentoeng merupakan pemain besar dari Dit. PNBP.
LANJUTKAN !!!!!